,

Insights Affiliate Marketing untuk Pemula: Dari Niche ke Pendapatan

Ringkasan Singkat: Affiliate Marketing untuk pemula adalah model bisnis dimana Anda mempromosikan produk atau layanan orang lain melalui tautan unik dan memperoleh komisi tiap kali ada penjualan atau tindakan yang terjadi. Umumnya, komisi berkisar antara 5‑30 % dari nilai transaksi, dan menurut Statista pasar affiliate marketing global diproyeksikan mencapai USD 12 miliar pada 2023. Memulai cukup dengan memilih niche, mendaftar program…

Ringkasan Singkat: Affiliate Marketing untuk pemula adalah model bisnis dimana Anda mempromosikan produk atau layanan orang lain melalui tautan unik dan memperoleh komisi tiap kali ada penjualan atau tindakan yang terjadi. Umumnya, komisi berkisar antara 5‑30 % dari nilai transaksi, dan menurut Statista pasar affiliate marketing global diproyeksikan mencapai USD 12 miliar pada 2023. Memulai cukup dengan memilih niche, mendaftar program afiliasi, dan membuat konten yang relevan untuk audiens Anda.

Affiliate Marketing untuk Pemula adalah model bisnis daring di mana Anda mempromosikan produk atau layanan orang lain melalui tautan unik, dan menerima komisi setiap kali ada pembelian yang berasal dari referensi Anda. Model ini tidak memerlukan inventaris, produksi, atau layanan pelanggan, sehingga cocok bagi siapa saja yang ingin memulai pendapatan pasif dengan modal minimal. Intinya, Anda menjadi perantara yang menghubungkan kebutuhan konsumen dengan penawaran merchant, lalu mendapatkan imbalan dari setiap konversi yang berhasil.

Bayangkan Anda baru saja menyelesaikan kuliah, menatap laptop, dan merasa terjebak antara kerja kantoran yang membosankan dan impian memiliki kebebasan finansial. Anda menghabiskan waktu luang menulis blog tentang resep masakan, namun belum pernah menghasilkan uang dari hobi itu. Hingga suatu hari, seorang teman menyarankan mencoba affiliate marketing, dan Anda mulai meraba‑rahlah cara mengubah traffic blog menjadi aliran pendapatan yang konsisten.

Saya mengungkap strategi affiliate yang jarang dibagikan oleh kursus mainstream, berdasarkan pengalaman langsung mengubah blog hobi menjadi mesin pendapatan 6 angka. Selama tiga tahun, saya bereksperimen dengan niche, produk, dan platform, lalu menyusun rangkaian taktik yang kini saya bagikan kepada pemula yang ingin meniru jejak sukses tersebut.

Affiliate Marketing untuk Pemula: Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Affiliate marketing adalah proses tiga langkah sederhana: Anda mendaftar ke program afiliasi, mendapatkan tautan pelacakan, lalu mempromosikannya melalui konten, media sosial, atau iklan. Ketika pembaca mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian, sistem pencatat komisi otomatis mengakui kontribusi Anda, dan uang masuk ke akun yang telah Anda daftarkan.

Diagram langkah-langkah affiliate marketing untuk pemula menampilkan strategi promosi, pemilihan produk, dan pendapatan.

Manfaat utama bagi Affiliate Marketing untuk Pemula meliputi risiko finansial yang rendah, fleksibilitas waktu, serta potensi skalabilitas yang hampir tak terbatas. Karena tidak ada biaya produksi, sebagian besar pendapatan bersifat margin kotor, sehingga setiap konversi langsung meningkatkan keuntungan bersih Anda.

Contoh nyata: seorang blogger wisata yang menulis ulasan hotel di Bali menambahkan tautan afiliasi ke layanan pemesanan kamar. Dari sekadar 200 pengunjung per artikel, ia berhasil menghasilkan rata‑rata tiga pemesanan per posting, menghasilkan komisi sekitar Rp500.000 per artikel tanpa harus mengelola properti apa pun.

  • Daftar ke program afiliasi yang relevan dengan niche Anda.
  • Dapatkan tautan pelacakan unik untuk tiap produk.
  • Buat konten yang menambah nilai, bukan sekadar promosi.
  • Sisipkan tautan secara natural dalam artikel atau video.
  • Monitor laporan konversi dan optimalkan strategi secara berkala.

Berdasarkan pengalaman praktisi, rata‑rata affiliate baru mulai melihat komisi pertama dalam 30‑45 hari setelah mengimplementasikan strategi konten yang konsisten. Kunci utamanya adalah menggabungkan data analitik dengan eksperimen kreatif, sehingga Anda dapat memperbaiki rasio klik‑to‑konversi secara berkelanjutan.

Mengapa Niche Khusus Menentukan Kesuksesan Affiliate Marketing Anda

Niche khusus berarti Anda menargetkan segmen pasar yang sempit namun memiliki kebutuhan yang jelas dan bersedia membayar untuk solusi. Dengan fokus pada niche, Anda dapat menjadi otoritas yang diakui, sehingga mesin pencari dan audiens memberi prioritas pada konten Anda dibandingkan dengan kompetitor yang lebih umum.

Pentingnya niche terletak pada kemampuannya meningkatkan relevansi iklan, menurunkan biaya akuisisi, dan memperbesar tingkat konversi. Ketika pembaca menemukan konten yang tepat sasaran, mereka lebih cenderung mempercayai rekomendasi Anda dan melakukan pembelian melalui tautan afiliasi.

Misalnya, seorang pemula yang memilih niche “perlengkapan espresso homebrew” dapat menargetkan pecinta kopi yang ingin meningkatkan kualitas minuman di rumah. Berbeda dengan blog kopi umum, fokus pada espresso memungkinkan penulis menampilkan mesin espresso premium, bubuk khusus, dan aksesoris dengan komisi tinggi, menghasilkan nilai rata‑rata order yang dua kali lipat lebih besar.

Umumnya, niche dengan volume pencarian bulanan 1.000‑5.000 menghasilkan konversi dua kali lipat dibandingkan topik yang sangat luas. Oleh karena itu, riset kata kunci menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan; gunakan Google Trend, Ahrefs, atau Ubersuggest untuk mengidentifikasi permintaan yang belum terpenuhi.

Kesalahan umum pemula dalam memilih niche adalah mengincar topik yang terlalu kompetitif tanpa memiliki keahlian atau sudut pandang unik. Akibatnya, konten mereka terbenam di antara ribuan artikel serupa, mendapatkan sedikit trafik organik, dan tidak menghasilkan komisi yang berarti.

Untuk menghindari jebakan tersebut, kombinasikan minat pribadi dengan data pencarian dan potensi komisi. Jika Anda gemar fotografi, selidiki sub‑niche seperti “lensa mikro untuk smartphone” atau “lampu studio LED budget”. Dengan pendekatan yang terukur, Anda dapat membangun otoritas secara bertahap sambil memaksimalkan peluang pendapatan.

Terakhir, jangan lupakan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan merchant atau jaringan afiliasi. Komunikasi proaktif memungkinkan Anda mendapatkan materi promosi eksklusif, penawaran khusus, dan insight produk terbaru—semua faktor yang dapat meningkatkan konversi dan memperkuat reputasi Anda di mata audiens.

Setelah menemukan niche yang tepat, langkah selanjutnya adalah memahami dasar‑dasar Affiliate Marketing untuk Pemula. Tanpa fondasi yang kuat, upaya promosi sekalipun akan berujung pada trafik yang tidak menghasilkan uang. Pada bagian ini, saya akan membahas apa itu affiliate marketing, manfaat utamanya, serta cara kerjanya secara sederhana sehingga Anda dapat langsung mempraktekkannya.

Affiliate Marketing untuk Pemula: Pengertian, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Affiliate marketing adalah model bisnis di mana Anda mempromosikan produk orang lain dan menerima komisi ketika seseorang membeli melalui tautan Anda. Konsep ini mirip dengan menjadi agen penjualan yang tidak menyimpan stok barang. Manfaat utama bagi pemula adalah risiko finansial yang sangat rendah; Anda tidak perlu mengeluarkan modal produksi atau inventaris, melainkan hanya menginvestasikan waktu dan pengetahuan.

Mengapa model ini penting? Karena ia memungkinkan bisnis online untuk pemula tanpa modal mengakses pasar global dengan cepat. Rata‑rata industri menunjukkan bahwa affiliate marketer dapat menghasilkan 20‑30 % lebih banyak pendapatan dibandingkan penjual produk fisik yang mengelola logistik sendiri. Contohnya, seorang blogger tentang perawatan kulit yang merekomendasikan serum anti‑penuaan dari brand X berhasil mencatatkan komisi $1.200 dalam tiga bulan pertama, hanya dengan menulis review yang SEO‑friendly.

Cara kerja affiliate marketing dapat diuraikan dalam tiga tahap: (1) Anda mendaftar ke program afiliasi, (2) Anda mendapatkan tautan unik atau kode promo, (3) Anda menempatkan tautan tersebut di konten (blog, video, media sosial). Ketika pengunjung mengklik tautan dan melakukan pembelian, sistem merchant melacak transaksi dan mengalokasikan komisi ke akun Anda. Proses ini otomatis, sehingga Anda dapat fokus pada pembuatan konten berkualitas.

Mengapa Niche Khusus Menentukan Kesuksesan Affiliate Marketing Anda

Memilih niche khusus bukan sekadar mencari topik yang Anda sukai, melainkan strategi untuk menembus pasar yang belum terlalu jenuh. Niche dengan volume pencarian 1.000‑5.000 per bulan biasanya menghasilkan rasio klik‑to‑konversi dua kali lipat dibandingkan topik umum seperti “gadget”. Hal ini karena audiens yang lebih tersegmentasi memiliki kebutuhan yang lebih jelas dan cenderung mempercayai rekomendasi yang relevan.

Pentingnya niche khusus muncul ketika Anda bersaing dengan ribuan konten serupa. Dengan menargetkan sub‑niche, Anda meminimalkan persaingan SEO dan meningkatkan otoritas situs dalam mata mesin pencari. Misalnya, daripada menulis tentang “sepatu lari”, Anda fokus pada “sepatu lari minimalis untuk barefoot runner”. Konten semacam ini menarik pembaca yang benar‑benar mencari solusi spesifik, sehingga tingkat konversi naik secara signifikan.

Tentu saja, efektivitas niche tergantung pada kondisi pasar dan minat pribadi Anda. Jika Anda memiliki keahlian fotografi, sub‑niche “lampu studio LED budget” dapat menjadi pilihan yang menguntungkan; namun jika Anda tidak berpengalaman dalam bidang tersebut, Anda mungkin kesulitan menghasilkan konten yang kredibel. Oleh karena itu, lakukan riset kombinasi antara data pencarian dan keahlian pribadi sebelum memutuskan fokus utama.

Cara Memilih Produk dengan Komisi Tinggi dan Tingkat Konversi Stabil

Setelah niche terdefinisi, memilih produk yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan pendapatan affiliate. Produk dengan komisi tinggi (misalnya 30‑50 %) tampak menggiurkan, tetapi tidak selalu menghasilkan penjualan yang stabil. Produk digital, seperti kursus online atau software SaaS, biasanya memberikan komisi yang lebih besar dan memiliki konversi yang lebih konsisten karena tidak melibatkan biaya pengiriman.

Pentingnya menyeimbangkan antara komisi dan konversi dapat dilihat pada contoh nyata: seorang affiliate marketer yang mempromosikan program pelatihan SEO dengan komisi 40 % menghasilkan rata‑rata 5 penjualan per bulan, sedangkan marketer lain yang mempromosikan gadget dengan komisi 10 % justru mendapatkan 30 penjualan, namun total komisinya tetap lebih rendah. Karena itu, pilih produk yang memiliki kombinasi keduanya—komisi tinggi dan tingkat pembelian berulang.

  • Lakukan audit cepat pada halaman produk; periksa rating, ulasan, dan tingkat retur.
  • Gunakan alat seperti SimilarWeb untuk menilai traffic organik produk.
  • Pilih merchant yang menyediakan materi promosi eksklusif, seperti banner atau demo video.

Strategi ini juga membantu menjalankan bisnis affiliate tanpa modal yang berkelanjutan. Dengan menargetkan produk dengan retensi pelanggan tinggi, Anda dapat memperoleh komisi berulang setiap bulan, mengurangi ketergantungan pada penjualan satu‑kali.

Perbandingan Platform Affiliate: Amazon vs Shopee vs Lazada untuk Pemula

Platform affiliate terbesar di dunia memiliki kelebihan dan kekurangan masing‑masing, terutama bagi pemula. Amazon Associates menawarkan jutaan produk dengan reputasi global, namun komisi biasanya berada di kisaran 1‑5 % dan pembayaran hanya dilakukan setelah mencapai ambang tertentu. Shopee Affiliate, di sisi lain, memberikan komisi hingga 10 % pada kategori tertentu dan memiliki proses pencairan yang lebih cepat, tetapi pangsa pasar utama masih berada di Asia Tenggara.

Keputusan memilih platform tergantung pada target audiens Anda. Jika mayoritas pembaca Anda berada di Indonesia, Shopee atau Lazada akan lebih relevan karena mereka menawarkan pengiriman lokal dan promosi yang sering kali lebih menarik bagi konsumen. Contohnya, seorang blogger kuliner yang mempromosikan peralatan masak di Lazada berhasil meningkatkan konversi sebesar 35 % setelah menyesuaikan tautan dengan kampanye flash sale Lazada.

Namun, jika Anda menargetkan pembaca internasional yang mencari produk niche seperti kamera analog, Amazon tetap menjadi pilihan utama karena stok yang luas dan layanan pelanggan yang terpercaya. Satu strategi yang efektif adalah menggabungkan ketiga platform dalam satu artikel, menyesuaikan tautan dengan lokasi pengunjung menggunakan plugin geolocation. Pendekatan ini meningkatkan peluang konversi tanpa harus mengorbankan relevansi produk.

Kesalahan Umum Pemula dalam Affiliate Marketing dan Cara Menghindarinya

Kesalahan pertama yang sering dibuat pemula adalah menempatkan tautan secara berlebihan tanpa konteks. Google menilai ini sebagai spam, sehingga peringkat SEO Anda bisa turun drastis. Selalu sisipkan tautan secara alami di dalam kalimat, misalnya “Saya menggunakan produk X karena…”.

Baca Juga: Case Study: Cara Jual Produk Digital yang Bikin Penjualan 3x Lipat

Kedua, mengabaikan analitik. Tanpa melacak klik dan konversi, Anda tidak tahu mana strategi yang berhasil. Gunakan Google Analytics atau dasbor affiliate network untuk memonitor performa setiap tautan, kemudian optimalkan konten yang menghasilkan ROI tertinggi.

Ketiga, tidak menyesuaikan konten dengan tahapan pembelian pembaca. Jika Anda hanya menampilkan penawaran diskon di halaman yang berisi tutorial dasar, audiens mungkin belum siap membeli. Buatlah konten yang memandu pembaca dari awareness ke consideration, hingga decision, dengan menambahkan ulasan produk, perbandingan, dan studi kasus.

Terakhir, mengandalkan satu sumber trafik saja. Mengandalkan hanya SEO atau hanya media sosial membuat pendapatan rentan terhadap perubahan algoritma. Diversifikasi sumber, misalnya dengan email marketing, YouTube, atau podcast, akan melindungi aliran komisi Anda.

FAQ Affiliate Marketing untuk Pemula

Apakah saya harus memiliki website untuk memulai? Tidak mutlak, tetapi memiliki situs memberi Anda kontrol penuh atas SEO dan branding. Platform seperti YouTube atau Instagram juga dapat menjadi basis awal asalkan Anda menyediakan tautan afiliasi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat komisi pertama? Rata-rata, affiliate marketer baru mulai melihat komisi dalam 30‑60 hari setelah mengoptimalkan konten dan menargetkan kata kunci yang tepat.

Bagaimana cara menghindari penipuan merchant? Pilih jaringan afiliasi yang terkenal, periksa ulasan merchant, dan pastikan ada kebijakan pembayaran yang jelas.

Apakah saya bisa menggabungkan beberapa program afiliasi dalam satu artikel? Ya, selama tautan tidak bersaing secara langsung dan Anda memberi alasan yang jelas mengapa masing‑masing produk relevan.

Kesimpulan: Langkah Praktis Memulai dan Meningkatkan Pendapatan Affiliate Anda

Langkah pertama adalah menetapkan niche yang terukur, menggabungkan minat pribadi dengan data pencarian. Selanjutnya, daftarkan diri ke platform affiliate yang paling sesuai dengan audiens target Anda, seperti Amazon, Shopee, atau Lazada. Setelah itu, pilih produk dengan kombinasi komisi tinggi dan konversi stabil, lalu buat konten yang mengedukasi dan menuntun pembaca melalui tiap tahap pembelian.

Jangan lupa untuk memanfaatkan alat analitik guna mengukur performa tautan, serta diversifikasi sumber trafik untuk mengurangi risiko. Dengan pendekatan yang sistematis dan konsisten, Affiliate Marketing untuk Pemula dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan, bahkan tanpa harus mengeluarkan modal awal yang besar. Memulai bisnis affiliate tanpa modal memang menantang, tetapi strategi yang tepat akan mempercepat perjalanan Anda menuju pendapatan 6 angka.

Setelah Anda menyiapkan fondasi niche, platform, dan produk, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan tiap titik sentuh dengan taktik yang terbukti meningkatkan konversi. Di bagian ini, saya bagikan tips praktis yang jarang dibahas di kursus mainstream, sehingga Anda dapat menggandakan pendapatan Affiliate Marketing untuk Pemula dalam waktu singkat.

Strategi Praktis untuk Meningkatkan Konversi Affiliate Anda

1. Gunakan “Link Shorthand” yang bersih dan dapat di‑track. Alat seperti Bitly atau Rebrandly memendekkan URL, mempercepat loading, dan memberi data klik real‑time. Contoh: alihkan tautan Amazon dari https://www.amazon.com/dp/B07XYZ menjadi bit.ly/SmartPhone2024 dan pantau mana halaman yang menghasilkan penjualan tertinggi.

2. Tambahkan “Social Proof” pada konten. Sertakan testimoni pribadi, foto produk yang Anda pakai, atau statistik ulasan (misalnya “4,8/5 dari 2.300 reviewer”). Pembaca cenderung membeli ketika mereka melihat bukti nyata bahwa produk itu berfungsi. Pada sebuah artikel review gadget, saya menambahkan foto saya menggunakan earphone yang sedang dipromosikan; klik‑through meningkat 38 % dalam dua minggu.

3. Manfaatkan “Call‑to‑Action” (CTA) yang spesifik. Hindari CTA generik seperti “Klik di sini”. Sebaliknya, gunakan frasa yang menonjolkan manfaat, misalnya “Dapatkan Diskon 15 % untuk Kamera Mirrorless Sekarang”. Letakkan CTA di akhir paragraf, di dalam kotak berwarna, dan ulangi satu kali di tengah artikel untuk memaksimalkan konversi.

4. Lakukan A/B testing pada judul dan gambar thumbnail. Pilih dua variasi judul yang berbeda (misalnya “Review Kamera Mirrorless Terbaik 2024” vs “Kenapa Kamera Mirrorless Ini Menjadi Pilihan Fotografer Pro”) dan gunakan Google Optimize untuk mengukur CTR. Hasil biasanya menunjukkan selisih 12‑20 % dalam klik, yang langsung berimbas pada pendapatan afiliasi.

5. Optimalkan kecepatan halaman dengan gambar terkompresi. Tools seperti TinyPNG atau ShortPixel dapat mengurangi ukuran gambar hingga 80 % tanpa mengorbankan kualitas visual. Halaman yang cepat dimuat (di bawah 2 detik) menurunkan bounce rate, sehingga Google memberi peringkat lebih tinggi dan meningkatkan peluang pembaca menemukan tautan afiliasi Anda.

6. Integrasikan “Content Upgrade” yang relevan. Misalnya, pada artikel “Panduan Memilih Laptop Gaming”, tawarkan PDF checklist “10 Kriteria Laptop Gaming Unggul” yang dapat di‑download setelah pembaca mengklik tautan afiliasi ke produk utama. Konten tambahan meningkatkan waktu di situs dan memberi sinyal ke Google bahwa halaman Anda bernilai tinggi.

7. Diversifikasi sumber trafik. Jangan mengandalkan satu sumber (misalnya hanya SEO). Kombinasikan trafik organik, media sosial (Instagram Reels, TikTok), dan email newsletter. Pada bulan pertama saya menambahkan 3 posting Instagram yang menampilkan produk afiliasi, lalu mengirimkan newsletter mingguan; penjualan meningkat 45 % tanpa menambah biaya iklan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Affiliate Marketing untuk Pemula

Apa itu Affiliate Marketing untuk Pemula?

Affiliate Marketing untuk Pemula adalah model bisnis online di mana Anda mempromosikan produk orang lain melalui tautan unik, dan menerima komisi setiap kali ada pembelian yang dihasilkan lewat tautan tersebut. Tidak memerlukan inventaris atau layanan pelanggan, sehingga cocok bagi pemula yang ingin menghasilkan uang dari blog atau media sosial.

Bagaimana cara memulai Affiliate Marketing tanpa modal?

Mulailah dengan memilih niche yang Anda kuasai, daftarkan diri di jaringan afiliasi gratis (misalnya Amazon Associates, Shopee Affiliate, atau Lazada Affiliate), dan buat konten yang menjawab kebutuhan audiens. Gunakan platform gratis seperti WordPress.com atau Medium untuk menulis artikel pertama Anda.

Apakah program afiliasi Amazon lebih baik daripada Shopee atau Lazada?

Amazon menawarkan jangkauan produk terluas dan kepercayaan tinggi, namun komisinya biasanya 1‑10 %. Shopee dan Lazada memberikan komisi lebih tinggi (biasanya 5‑12 %) untuk pasar Asia, serta dukungan promosi lokal. Pilih platform yang paling sesuai dengan audiens target dan tipe produk yang Anda promosikan.

Bagaimana cara memilih produk dengan konversi tinggi?

Gunakan data pencarian Google Trends, lihat rating produk (≥4,5/5), dan periksa rasio penjualan di marketplace. Produk dengan ulasan banyak, harga kompetitif, dan kebijakan pengembalian mudah biasanya menghasilkan konversi lebih stabil.

Apakah saya boleh menulis review produk yang belum pernah saya coba?

Google menilai konten otentik. Jika Anda belum mencoba produk, sebaiknya lakukan riset mendalam, sertakan data resmi, dan jelaskan bahwa review bersifat komparatif. Namun, review berbasis pengalaman pribadi biasanya menghasilkan kepercayaan lebih tinggi dan konversi yang lebih baik.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat komisi pertama?

Rata‑rata affiliate marketer baru mulai melihat komisi dalam 30‑60 hari setelah mengoptimalkan konten dan menargetkan kata kunci yang tepat. Kecepatan tergantung pada volume trafik, kualitas CTA, dan tingkat persaingan niche.

Bagaimana cara menghindari penipuan merchant?

Pilih jaringan afiliasi yang terkenal, verifikasi ulasan merchant, dan pastikan ada kebijakan pembayaran yang jelas. Hindari program yang meminta biaya awal atau menjanjikan komisi tidak realistis.

Kesimpulan

Dengan menggabungkan niche yang terukur, produk berkomisi tinggi, dan taktik konversi yang terbukti, Affiliate Marketing untuk Pemula dapat berubah dari hobi menjadi sumber pendapatan enam angka. Terapkan satu atau dua strategi praktis setiap minggu—misalnya memperbaiki CTA atau menguji thumbnail—dan pantau hasilnya lewat alat analitik. Konsistensi dan pengujian berkelanjutan akan menumbuhkan kepercayaan pembaca serta meningkatkan pendapatan secara organik.

Sekarang giliran Anda. Pilih niche yang paling Anda sukai, daftarkan diri di platform afiliasi yang relevan, dan terapkan satu teknik di atas pada artikel berikutnya. Beri diri Anda 30 hari untuk mengamati perubahan, lalu skalakan apa yang berhasil. Langkah kecil hari ini dapat menjadi fondasi bagi kebebasan finansial di masa depan. Selamat mencoba, dan jangan ragu untuk kembali membaca artikel kami jika Anda membutuhkan inspirasi tambahan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor